Introspeksi Diri Dalam Ketenangan

October 24th, 2010 by sahid

Tukang Kayu dan Arlojinya
Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.”Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu.”Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam “kesibukan dan kegaduhan”. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan.”Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.”

Tidak Jamin Masuk Surga

November 6th, 2009 by sahid

doaSeorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”

Read the rest of this entry »

Karena Satu Klik Malapetakan Diterima Hingga Hari Kiamat

May 6th, 2009 by sahid

Di zaman IT dan Globalisasi ini kemudahan komputer dan email hampir ada pada setiap orang yang bekerja di sektor swasta juga pemerintah termasuk kepada pelajar-pelajar di sekolah dan universitas. Kemudahan internet yang disediakan dengan kadar yang semakin meluas menyebabkan kemudahan email ini menjadi semakin popular. Pernahkah kita terfikir dengan satu “KLIK” saja akan menyebabkan berlimpahnya dosa yang di terima secara berterusan hingga hari kiamat. Hal ini berdasarkan dua buah Hadist Sahih berikut.

Ibnu Mas’ud r.a. berkata: Bersabda Nabi s.a.w. : “Tiada suatu jiwa yang terbunuh dengan penganiayaan, melainkan putera Adam yang pertama dahuluitu, mendapat bahagian dari penumpahan darah itu, kerana ia yang pertama membuka jalan untuk penumpahan darah.”(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari danImam Muslim) Yang dimaksudkan di dalam hadis ini adalah kisah pembunuhan Qabil terhadap Habil karena Qabil dengki terhadap Habil yang menikah dengan kembarnyayang lebih cantik.
Read the rest of this entry »

Renungan Tentang Kehidupan

May 5th, 2009 by sahid

Seringkali Allah memberikan suatu kejadian yang di alami oleh kawan –kawan sebagai  cobaan kepada kita supaya kita mendapat peringatan. Halal dan Haram kita semua sudah mengetahuinya..tapi terkadang kita mencari alasan untuk menghalalkan perbuatan dosa  yang kita perbuat.. ..ini lah yang di sebut dengan menipu diri sendiri..tapi..kita tidak mungkin dapat menipu hati kita..hati tetap tidak akan tenang kalo kita berbuat dosan dan maksiat…sebab hati kita telah tau apa yang kita perbuat tesebut adalah dosa…tapi kita saja yang membenarkan perbuatan itu dengan mengajak orang lain untuk membenarkan perbuatan itu.

Rezeki itu talah di tetapkan…kita kerja,berdagang,investasi, dan lain-lain, bukan sebab cari rezeki tapi merupakan sebuah ibadah…dan patutlah kita tau bila kita memiliki harta belumlah tentu harta tersebut adalah rezeki kita…uang yang kita simpan berjuta-juta di bank, belumlah tentu itu rezeki kita sebab kita belum menggunakannya…banyak diantara kita yang beralasan di dalam hatinya untuk menyimpan rezeki itu untuk anak-anak kita… kita mencoba beralasan tuhan telah menyiapkan rezeki untuk anak-anak kita.

Read the rest of this entry »

Karena dia Manusia Biasa

April 6th, 2009 by sahid

Baca dan Renungkan bagi yang lagi mencari Pasangan Hidup……

Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi . Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam

memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Read the rest of this entry »

Pesan Sang Ayah

April 6th, 2009 by sahid

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Read the rest of this entry »

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

April 6th, 2009 by sahid

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki mencari ilmu, mencari rejeki, kebahagian yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa. Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai.

Read the rest of this entry »